Sepucuk surat untuk teman saya yang menceritakan kekesalannya terhadap angka dan huruf yang tertulis di map biru yang dibagikan hari Sabtu lalu, 20 desember. Dia adalah teman saya yang hanya-sekedar-kenal dan sempat ‘menyapa’ saya ketika pulang dari pembagian Raport. Setelah itu, kemarin begitu saya bertemu dengannya di sebuah Mall — kata orang sih itu Mall, dia akhirnya curhat sama saya.
Kepada teman yang saya sayangi;
Terlebih dulu, saya ucapkan selamat menikmati liburan selama dua minggu ini. Semoga di liburan ini, keadaanmu akan baik-baik saja. Saya harap sih kamu bisa introspeksi diri terhadap apa yang telah kamu lakukan selama enam bulan ini. Bukan hanya mengeluh dan mencaci angka-angka itu terus-terusan. Mereka tidak bersalah, lho! Bukannya itu bukti tak bergerak terhadap hasil upayamu selama ini? Seharusnya kamu jangan menyalahkan tulisan itu. Malah mungkin harus mensyukurinya… Mujur masih berada dipertengahan, tidak dapat ranking-buntut. Memang wajar sih, karena kamu dan teman-temanmu yang lain sepertinya masih belum layak berada di posisi yang kamu harapkan; lima besar. Bukannya saya bilang kamu ga bisa dan ga pantas — asal kamu berusaha sih bisa-bisa aja, tapi dengan melihat kelakuanmu… — , tapi saya sudah perkirakan kalau kamu dan teman-temanmu itu akan berada di posisi sana. Lah, sehari-harinya kamu begitu, kok!
Hei, hei… bukannya saya nyombong atau menghina. Tapi dari pada saya membuat perasaanmu lebih baik dan membuatmu lebih malas, sebaiknya saya tuturkan saja apa yang saya pikirkan sebenarnya… tanpa memikirkan siapa kamu dan seberapa akrab kamu dengan saya; walau emang ga akrab-akrab bener. Namun, dengan menilai tingkahmu dan melihat peringkatmu. Jika memang kamu mau dan bersungguh-sungguh berusaha untuk sampai ke lima besar impianmu itu, saya yakin kamu bisa mendapatkannya. Saya tahu kamu bisa, saya tahu kamu berbakat. Tapi apalah, kamu itu malas dan menyepelekan belajar. Kalau impian lima besar yang kamu ceritakan pada saya ketika pertama kali kawanan dulu hanya bualan saja, yaa, tidak usah didengarkan nasihat saya. Saya ga maksa, lho!
Pertama, untuk menjadi lima besar itu nggak gampang. Saya yakin, mereka yang lima besar itu belajar dengan baik, menyimak pelajaran, rajin buat tugas, aktif dalam pelajaran, dll. Dan mereka ‘jarang sekali’ hanya main-main, nge-check FS tiap malam, baca novel-tidak-penting sampai mata bengkak, sms-an ketika guru mengajar, hanya menyalin tugas yang dibuat orang lain, dan serius-tidak serius dalam diskusi kelompok. Kalau memang mau menjadi mereka, seharusnya kau ikuti… jangan hanya dilihat dan diomongin aja, tapi emang dilaksanakan. Awalnya, kamu bilang kamu terobsesi untuk menjadi lima besar, kan? Tapi kalau cuman sekedar ngomong, nyakitin hati aja nantinya.
Setidak-tidaknya, bermain itu boleh, tapi sekedar untuk refreshing saja. Saya pikir, lima besar itu juga butuh dan memang selalu refreshing. Mereka juga manusia biasa, bukan hanya baca buku aja tiap detik. Jenuh nantinya. Jika keterusan, lama-lama bisa kebablasan. Sia-sia saja hasilnya. Biasa-biasa saja, lah! Jangan berat sebelah. Boleh main, tapi fokuskan belajar juga.
SMA ini bukan main-main lagi, lho! Salah satu guru SMP saya pernah bilang, setelah SMA ini adalah penentuan masa depan. Jika dianalogikan dengan lomba lari, maka SMA adalah pemulai ‘Set’ sebelum ‘Go’. Jangan sampai terjadi kesalahan fatal disini. Walau tidak bisa kita pastikan; bagus di SMA akan berbuah baik di Universitas pula. Euh, kebalikannya juga sama sih. Tapi, asal sudah terlatih dari awal, ketika seriusnya bisa jadi baik, kan?
Tapi kamu bilang kan mau jadi lima besar, bahkan pake cerita segala sama saya tentang hal ini. Seandainya kamu benar-benar berniat, ya seriusin, dong!
Kedua, nilai itu tidak hanya diambil ketika ulangan. Aneh deh, jika katanya kamu dulu selalu juara kelas di SMP, kenapa kamu tidak tahu dasar penilaian guru? Ketika KBM, guru juga menilai. Bahkan lebih dari ½ nilai kita berada saat kegiatan belajar mengajar. Kalau kamu terus-terusan pasif dalam kegiatan diskusi kelompok, maka kamu akan mendapat nilai standar; untuk penilaian hadir, duduk dan diam. Tapi kalau kamu aktif, turut bertanya, maju kedepan, menjawab, dll. maka kamu akan mendapat nilai plus. Eh, tapi jangan asal bertanya, maju kedepan dan menjawab asal-asalan. Walau dapat nilai plus juga, perhatikan kualitasnya. Jangan buat nilai palsu. Aktif tapi nyatanya kosong.
Selain itu, tidak boleh hanya fokus belajar satu malam sebelum ulangan. Kelimpungan, dah. Satu BAB dihabiskan dalam waktu paling tidak lima jam. Apalagi ketika ulangan umum. Malah kemarin ada yang satu hari tiga mapel ujian, kan? Belajar SKM itu sebenarnya tidak boleh, tapi harus diseimbangkan dengan KBM juga. Kamu cuman dapat setengah kalau hanya bertaut dengan buku, penjelasan guru juga mempengaruhi masuknya materi ke otak. Bahkan, banyak materi yang tidak ada dibuku tapi diungkit dalam penjabaran guru. Dan sepertinya, hampir seluruh soal-soal yang dikeluarkan ketika ujian adalah seluruh materi yang dijelaskan guru saat jam belajar. Jadi, jangan sms-an dan ngerumpi saat belajar!
Hmm, satu masukan untuk soal hitungan. Jangan Cuma hapal rumus! Yang dibutuhkan itu jalan mendapatkan jawabannya. Iya kalau soalnya hanya memiliki satu masalah, kalau soalnya sudah bercabang? Memang sulit; apalagi bagi pembenci sains, tapi kamu harus latihan terus untuk memperdalam materi. Buka catatan saja, deh! Terus perdalami dan ulang soal yang diberikan guru. Lihat saja gimana cara guru mengajar kita saat ini… tidak ada soal yang menyangkut satu problem, kecuali definisi.
Selain itu, yang ketiga saya sarankan… jangan coba-coba menggunakan cara curang dalam ujian. Sudah kamu lihat hasilnya, kan? Dengan membuka lembar jawaban, nilaimu jadi tidak memuaskan. Malah mungkin ada teman yang nilainya lebih tinggi daripada kamu; padahal dia nyontek sana-sini. Jangan takut karena kamu pelit maka kamu akan dibenci teman-teman sekelas. Sebaiknya kamu lihat juara kelas kita, yang pelit dan tetap PD walau sepertinya akan dibantai teman yang benci sama dia ketika semester dua nanti. Jangan pula takut nilai jelek karena jujur — karena kamu tidak mendapat bantuan dari kanan-kiri. Bukannya lebih baik jujur? Supaya kamu tahu seberapa kemampuanmu yang sebenarnya, dan memancingmu untuk lebih berusaha lagi. Pikirin persaingan, dong! Persaingan negatif itu cuma merusak diri kamu sendiri.
Saya tekankan dulu, deh. Jangan sampai kamu mengejar nilai palsu! Ada nilai, tapi ga ada ilmu. Nilai itu bisa didapatkan dari mana saja, tapi ilmu nggak semudah itu untuk ndapetinnya!
…
Ehm, saya rasa hanya segini dulu, deh! Semoga kamu bisa lebih berusaha dan nilaimu meningkat saat semester dua nanti. Mumpung sekarang masih semester 1, kamu masih bisa mengejar nilai dan membuat grafik-naik untuk mengejar PPA. Rangkingmu ga jauh-jauh amat, kok! Walau dibawah sepuluh, tapi… setidaknya kamu bisa berusaha.
Asal kamu mau saja, kalau ga mau sih tidak apa-apa. Abaikan saja post panjang ini.
Ya, sampai jumpa sampai masuk tanggal 5 Januari nanti! Semoga saran saya ini berguna…
———
P.s :
Ya, yaa… saya balik dari hiatus panjang tanpa pengumuman. Maaf… Saya punya gangguan koneksi yang lumayan lama, sampai sekarang. Untungnya sekarang bisa kembali online.
P.p.s :
Saya tahu saya udah telat. Walau diplurk udah diucapin. Demo, shinnen akemashite omedetou gozaimasu! Kotoshi mo yoroshiku onegai shimasu!
Often called by SyaoranNatsume. Just a ordinary girl, with some point of otaku in her mind. A senior high school student at grade X. Currently 14 years old, now. Live in a earthquake-disaster city in Sumatera Island. Love all about Japanese, anime, manga, and games.
Banner's created by
Ya ampun, hebat bisa berbicara seperti itu
Saya aja gak bisa
hmm. rasanya kok familiar ya, dengan gaya tulisan seperti ini…
ah, btw. mumpung lagi ngomongin rapor, sekalian tanya… kalau boleh tahu, sih. saya kira tentu hasilnya bagus, berada di urutan 1-5 besar. benarkah demikian, nona?
*kabur sebelum dipentung* xD
Wuah.. Gayanya benar2 beda.
Congratz dulu, deh, uni! Tapi…
Woi, makan-makannya mana? Janji kok ga ditepatin?
Rese’ nih. Orang ditungguin juga. Tinggal kamu sama si-juara-1-sbi-smanli itu.
Pokoknya kalau ketemu langsung kami ajak ke Prapto. Apapun yang terjadi!
>>yang pelit dan tetap PD walau sepertinya akan dibantai teman yang benci sama dia ketika semester dua nanti.
curhat, nih?
Aku tunggu ceritanya sebentar lagi. *ditendang*
Brarti inti nya nilai kmu bgus? Gut gut…
*agak shock baca tulisan kmu*
mau informasi nih. Blog saya sudah pindah dari wordpress ke blog baru d-revoz.com. jangan lupa kunjung yach. (^_^)
NB : Blogrollnya juga diganti ya. Hehehee.
wow..panjang bener.
kudu pelan2 nih bacanya
kamu beneran ngomong kyk gitu ?
kamu cocok banget masuk Public Relation
jd calon diplomat Indonesisa di masa depan ya ^^
Ehem….ehem…numpang lewat . . .
mampir ke blog aq yah…
inkulla31.wordpress.com
skali lagi aahh….
mampir ea…di komen juga . .
inkulla31.wordpress.com
wow, gya ngomong yg terus trang..